Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Tuesday, April 5, 2011

Melahirkan Tanpa Rasa Sakit Dengan Relaksasi Dzikir (1)

Oleh Chudzil Chikmat

Apa yang  terpikir setelah membaca judul diatas?, MUNGKIN banyak yang berkata; “Wah, tak mungkin lah, kodrati  wanita ya sakit bila melahirkan seorang putra”. Itu dialami juga oleh istri saya ketika saya menerangkan fenomena Hypnosis dalam kehidupan dan salah satunya melahirkan tanpa rasa sakit, ia pun sempat  tak percaya. Alhmdulillah beberapa hari kemudian istri saya kebetulan menyaksikan acara televisi “Hypnobirthing” yang diasuh Clinical Hypnosis yang menerangkan ilmiahnya melahirkan tanpa rasa sakit sehingga trauma kehamilan tidak ada, yang menariknya  Soraya Haque pemandu acara mencak-mencak sambil berkata; “Kenapa kok ga dulu- dulu ada ini karena aku saat melahirkan putra sangat sakit sekali seperti yang dialami oleh Ibu-ibu yang lain” cerita istri bersemangat. Sejak itu kemudian istri meminta saya mengajari bagaimana melahirkan tanpa rasa sakit, saya sebagai suaminya pun juga bingung bagaimana menerapkan “Hypno Birthing” pada istri karena selama ini baru mempelajari “hipnotherapy” dan belum mempraktekan khususnya pada kasus melahirkan.
Saya mencari informasi di internet dan kawan-kawan training, dan itu pun masih “mentah” belum bisa dipraktekin karena tidak bertemu langsung. Ada salah satu guru saya menelepon dan mengatakan hal yang simpel “Berdasarkan pengalaman saya dan Bu Lek ketika ia melahirkan putranya dan berjalan lancar dan nyaman kuncinya ‘nrimo’ kodrati sebagai wanita, maka ia pasti mudah dan lancar saat proses” dan seterusnya. Berdasarkan dorongan nasehat beberapa guru pengembangan diri, saya memberanikan diri untuk menerapkan pada istri walau belum sempurna seperti layaknya “hypnobirthing” yang lai
Setelah mempelajari info di internet dan bertanya pada teman2, penyebab kesakitan seorang wanita ketika melahirkan disebabkan oleh beberapa hal antara lain:
-          Mindset bahwa melahirkan itu sakit, ini keyakinan yang dihembuskan oleh ibunya, bidan dan hampir semua wanita
-          Keyakinan yang salah, justru sakit itu yang dicari, klo ga sakit bukan melahirkan namanya
-          ketegangan pikiran yang menyebabkan tubuh, area pinggul dan semua organ tegang dan akhirnya menyebabkan sakit yg sangat ketika proses bukaan pertama dan seterusnya hingga “mengejan”
-          Perasaan “tidak menerima” qodrati sebagai wanita yang harus hamil
-          Rasa takut yang sangat, sehingga fisiologi tubuh mengalami ketakutan dan berefek di area pinggul, pinggul dan jalur lahir  menyempit dan bayi punya daya dorong sendiri untuk keluar akibatnya rasa sakit tak tertahankan muncul.
-          Dan lain-lain
Calon ibu yang saya hormati, faktor yang mempengaruhi kemudahan dalam proses melahirkan itu ada 2 (dua) yakni fisik dan mental, kita bahas satu persatu dalam tulisan ini.
Secara fisik ibu harus kuat saat proses melahirkan dan mengejan sehingga, ada beberapa saran orang tua yang bisa dipakai yaitu :
-          Sering jalan kaki, ini untuk melemaskan dan mengendorkan otot2 area pinggul
-          Minum2 an bergizi seperti sari kurma, dan  madu untuk kelancaran ASI
-          Mengikuti saran dokter dan bidan (minum vitamin yang diberikan)
-          Minum AIR ZAM2 dan berdoa agar dimudahkan.
-          Dan seterusnya
Secara mental ini juga memegang peranan sangat penting untuk kemudahan proses melahirkan, Alhamdulillahnya ketika saya mengetahui sisi mental memiliki peranan penting, maka langkah-langkah  untuk persiapan mental ini lebih mudah dipelajari dan diterapkan serta diulangi. Ada beberapa penelitian bahwa munculnya rasa sakit yang sangat saat melahirkan salah satunya disebabkan stres. Maksud stres disini ada yang berupa ketidaksiapan menjadi ibu, terpengaruh sugesti bahwa melahirkan sakit sehingga fokus pada rasa sakit, ketegangan dan rasa takut yang sangat sehingga semua tubuh dalam kondisi tegang termasuk area pinggul sehingga ketika proses melahirkan akan terasa sakit yang sangat.
Ketika “calon ibu” bisa meminimal rasa “stres” dalam pikirannya atau merubah mindset berpikirnya tentang melahirkan, maka rasa sakit yang biasa dialami ibu-ibu ketika melahirkan bisa berganti dengan rasa nyaman, tenang dan kesyukuran seperti pengalaman istri yang akan saya bagikan kepada anda semua.
Alhamdulillah istri saya saat bukaan 1 hingga 7 istri tidak mengeluh kesakitan seperti ibu-ibu yang lain, malahan bukaan 8, 9 dan 10 istri tak terasa yang ada adalah rasa nyaman, tenang, syukur, dan ketika mengejan pun biasa malah seloroh istri ketika putra lahir “lho sudah… begini aja” J walau pun tetap ada rasa sakit itu tak seberapa kata istri dan nyaris tak ada.
Calon ibu yang sangat saya hormati, karena dari rahim Andalah banyak dilahirkan orang2 yang hebat, saya akan berbagi tips bagaimana “melahirkan tanpa rasa sakit” seperti pengalaman istri saya. Tahapan-tahapannya seperti berikut ini:
A. RILEKSASI
1.     Rileksasi dengan musik atau aromatherapy
Langkah awal kektika kehamilan memasuki bulan 6 atau lebih awal juga tidak ada masalah, dianjurkan untuk belajar rileksasi, yaitu keadaan dimana kita mengalami perasaan nyaman, rileks seperti hendak tidur tapi bukan tidur saat itu gelombang otak dalam keadaan alfa, yang fungsinya mengkendorkan pikiran, tubuh dan bisa mengurangi stres. Bagaimana cara melakukannya seperti berikut ini
-          Dengarkan  musik yang lembut, cari tempat nyaman, posisi tubuh seperti tidur atau duduk rileks seperti di kursi goyang, sambil mendengarkan musik  pejamkan mata pelan-pelan, tarik nafas dan hembuskan dengan normal, kendorkan semua anggota tubuh, perintahkan untuk rileks pada kulit kepala, wajah, leher, dada, punggung, kedua tangan otot-otot perut,  pinggul, kedua paha hingga kedua telapak kaki. Rasakan mengalami rileksasi yang dalam dan nyaman.
-          Setelah mengalami rileks awal, bayangkan sebuah tempat yang sangat nyaman dimana ketika anda berada disitu perasaaan dan tubuh anda mengalami rileks, nyaman dan tenang, mungkin anda bisa membayangkan seperti di persawahan, ada  gemericik air, atau suara burung.
-          Anda juga bisa memakai wewangian untuk semakin rileks
2.     Rileksasi dengan dzikir
Dalam sebuah ayat dikatakan “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS Ar Ro’dhu 28)
Cara untuk memasuki rileksasi berikutnya adalah dengan dzkir kepada Allah, saat kita bisa memfokuskan diri khusyu’ dalam dzikir maka rasa “tenang, nyaman, syukur” bisa muncul; memasuki dzikir yang khusyu’ adalah ketika kita mengikutkan hati/jiwa tuk menyebut asma-asmaNYA, maka ayat diatas dan ayat yang lain akan kita buktikan efek nya pada diri kita. Langkah-langkahnya sebagai berikut:
  • Berdirilah/duduk atau juga bisa berbaring dengan tenang, rasakan tubuh Anda seimbang dan nyaman. Amati pundak Anda tulang-tulang persendian mulai ruas-ruas leher, ruas punggung hingga tulang ekor terasa kendor dan rileks. Amati perut Anda pastikan tidak tegang.
  • Tundukkan wajah dan kepala Anda sehinga terasa benar-benar pasrah kepada Allah. Timbulkan kesadaran bahwa Anda berbicara dengan Allah yang Maha Dekat dan akan merespons setiap apa yang Anda inginkan. Dan rasakan hasil yang dialami dalam setiap ucapan yang Anda sampaikan.
  • Sebutlah nama Allah berulang-ulang penuh perasaan Ya Allah… Ya Allah… Ya Allah….
Sampai seluruh badan terasa meluruh atau rileks dan berat. Biarkan tubuh Anda mengikuti gerakan seolah mau terdorong kedepan atau mau terjatuh atau terasa nyaman dan tenang. Biarkan jangan Anda pikirkan. Semakin kuatkan dzikir Anda kepada Allah dan menyerahlah secara total seperti orang menjelang kematiannya. Anggapalah inilah dzikir Anda yang terahir.
Pertahankan dzikir Anda sampai Anda  merasakan ketenangan, kenyamanan, rasa spiritual didalam hati dan pikiran Anda.
Kebetulan istri saya kemaren lebih senang memakai cara yang kedua daripada yang pertama karena dapat pahala dan lebih nyaman, tapi kembali kepada yang mempraktekkan.
Ketika anda sudah memasuki “rileksasi dzikir” rasakan lebih dalam lagi memasuki area rileksasi yang nyaman, tenang dan langkah kedua adalah memasuki sugesti positif / doa.

B. SUGESTI POSITIF / DOA
Langkah kedua ini merupakan langkah untuk menanamkan keyakinan positif kepada ibu agar proses persalinan lebih mudah. Setelah memasuki kondisi “single fokus” dalam rileksasi, maka tugas berikutnya adalah memasukan kata-kata positif dan berdiskusi dengan “calon bayi”
1. Sugesti positif / doa
Seperti :
-          Nanti melahirkan nya MUDAH, LANCAR, TRASA LEGA (ulangi beberapa kali)
-          Proses kelahiran trasa NYAMAN, TENANG, PENUH DENGAN KESYUKURAN dst
Bisa juga Anda menggunakan kalimat doa, berdasar pengalaman istri lebih powerfull sugesti positifnya memakai doa, seperti :
-          Ya Allah….  Engkau Yang Maha Memudahkan, maka mudahkan, lancarkan proses persalinan hamba (diulangi beberapa kali)
-          Ya Allah… Ya Aziz, Ya Jabbar, Engkau Yang maha Kuat, kuatkanlah diri hamba saat proses persalinan
-          Subhanallah… Engkau Yang Maha Lembut, lembutkanlah  proses keluarnya putra kami dari perut hamba. Rasakan rileksasi kenyamanan dzikir Anda meliputi tubuh Anda, area pinggul terasa rileks dan nyaman sehingga bayi nantinya keluar dengan lembut, mudah, lancar dan lega.
-          Alhamdulillah … terimakasih Ya Allah atas anugerah yang KAU berikan kepada kami
-          Saya pasrah pada MU
-          Dst (bisa memakai dzikir atau doa yang lain yang bisa cocok dengan Anda harapkan)
-
*ketika sudah memasuki kenyamanan bisa disugesti;” rasakan energi positif dari Allah yang mengitari tubuh Anda, energi itu membuat anda bersemangat dan merasa dibantu oleh-NYA sehingga terasa mudah, lancar, lega, normal dan selamat ”
2. Berdiskusi dengan bayi
Berdasar penelitian, bayi yang masi dalam kandungan sudah bisa mendengarkan hal-hal yang diluar. Fakta terbaru ternyata bacaan Al Qur’an berpengaruh pada janin dan membuatnya menjadi tenang dan nyaman. Pengalaman istri ketika sesi ini ya melakukan dialog ringan, seperti:
-          Membacakan Al Qur’an dan
-          Dialog seperti, “Adik, bantu Bunda ya. Agar saat melahirkanmu terasa mudah, lancar, normal, lega karena Adik bantu” atau “Jadi anak sholeh-ah ya. Nanti klo Bunda melahirkan bantu Bunda ya… sehingga normal, sehat, sempurna, selamat serta lembut terasa lega”
-          Dst (ulangi beberpa kali)
C.   PENUTUP SESI RILEKSASI
Setelah mensugesti positif, dalam sesi ini ditutup dengan sugesti yg baik ato doa terakhir seperti :
-          Ya Allah… Ya Rohman… Engkau Maha Kasih & Lembut, mudahkan, lancarkan, legakan, lembutkan proses persalinan saya
-          Rasakan energi positif dzikir yang mengelilingi tubuh anda sehingga Anda diliputi kemudahan, kenyamanan, ketenangan, kasih sayang
-          Ucapkan syukur “alhamdulillah”, terimakasih ya Allah atas anugerah yang Kau berikan kepada kami
-          Rasakan energi positif, energi ilihiah yang mengelilingi Anda sehingga perasaan nyaman, tenang, bahagia, kepasrahan menyelimuti diri Anda.
-          Bangun pelan2 dengan hitungan 1-10
Catatan
Proses langkah A - C kurang lebih 10 - 15 menit, ulangi lagi beberapa kali dalam sehari dan supaya mudah memasuki area rileksasi dzikir, anda buat anchor (jangkar/kaitan) seperti:
  • Pengalaman istri saya ketika saya katakan : “5,4,3,2,1 rileks menyelimuti tubuh Anda, ayo dzikir subhanallah …. Rasakan energi positif menyelimuti tubuh sehingga semakin rileks, nyaman, tenang, dipenuhi kesyukuran. Semakin Anda berdzikir, anda semakin rileks, tubuh anda, pinggul dan jalan lahir semakin rileks dan nyaman sehingga mudah, lancar, lembut dan terasa lega”
Dengan  kata2  “5,4,3,2,1″ yang sering saya ulang2 maka  istri langsung masuk area dzikir dan semakin rileks.
  • Anda juga bisa pakai sentuhan, ketika memasuki area rileksasi dzikir yang dalam anda malakukan gerakan tertentu dan ketika gerakan itu diulangi Anda langsung memasuki area rileksasi seperti memegang pundak, mengusap perut dan lain-lain.
  • Buat anchor ketika Anda mengalami rileksasi diarea pinggul dan jalan lahir bayi, ulangi terus sehingga Anda mudah memasuki area rileks khususnya area pinggul jalan lahir bayi.
Calon Ibu, ini tulisan pertama dari 2 tulisan pengalaman kami, ditulisan kedua insyaallah kami berbagi bagaimana menerapkan ketika detik detik melahirkan datang.

Sumber: trustcosurabaya.com

Baca juga Melahirkan Tanpa Rasa Sakit (2) - Detik Melahirkan

2 comments:

Anonymous said...

Subhanallah....tips yang patut dicoba. Jazaakallah.

Li ne Ar said...

Alhamdulillah, saya baru melahirkan kmrn, sakitnya cuma waktu diepisio doank :D

Post a Comment