Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Sunday, September 18, 2011

Madu Untuk Bayi

Makanan terbaik bagi bayi dari usia 0 – 6 bulan adalah ASI, hanya dengan ASI saja insyaAlloh bayi dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Setelah usia 6 bulan selain ASI tetap diberikan sebaiknya anak mulai dikenalkan dengan makanan lainnya atau yang dikenal dengan istilah makanan pendamping ASI (MP ASI).


MP ASI sebaiknya disesuaikan dengan usia bayi, dan biasanya dimulai dari sari buah, buah yang dihaluskan kemudian bubur saring sampai akhirnya makanan dewasa. Madu dapat di konsumsi rutin setiap hari agar anak kita tidak mudah terkena penyakit.

Permasalahan pemberian madu untuk anak di bawah 1 tahun ini memang masih kontroversial. Menurut penelitian modern yang baru-baru ini dilakukan, madu asli (yang diambil langsung dari sarang lebah tanpa diolah lagi) ternyata mengandung kuman clostridium botulinum yang dibawa oleh kaki-kaki tawon. Bakteri ini memproduksi zat beracun yang bisa menyebabkan penyakit botulisme pada bayi.

Penyakit jenis keracunan makanan ini akan mengganggu sistem saraf bayi dan bisa berakibat fatal. Bayi yang kurang dari 1 tahun masih membangun daya kekebalan tubuhnya. Pada bayi, bakteria baik di saluran cerna belum selengkap orang dewasa. Padahal, bakteria baik ini bisa mengatasi spora botulisme dan mencegahnya berkembang biak. Sehingga, secara otomatis tidak akan terjadi pembentukan zat beracun yang berbahaya tersebut. Tapi, kasus keracunan itu sendiri memang jarang terjadi karena tidak semua madu mengandung bakteri tersebut. Karena itu, tidak heran bila banyak orang tua memberikan madu pada bayinya tanpa pernah terjadi efek negatif apapun.

Para ahli yang mengatakan bahwa madu tersebut berbahaya, hanyalah bersandar pada penelitian yang dilakukan pada tahun 1978, bisa dibaca pada link berikut ini :

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC273008/pdf/jcm00187-0144.pdf

Dalam jurnal tersebut dikatakan bahwa beberapa sampel madu telah terbukti ditemukan bakteri C. botulinum.

Beberapa hal yang saya kritisi dalam kontroversial madu berbahaya bagi bayi adalah ;

  1. Dasar ilmiah yang digunakan adalah sebuah penelitian tua, yang diterbitkan tahun 1978. Dimana pada penelitian tersebut kurang dijelaskan mengenai kemasan dari sampel madu yang positif mengandung bakteri C. botulinum. 
  2. Pada dasarnya, sebuah penelitian ilmiah atau buku dapat dijadikan sebuah rujukan ilmiah memiliki batas waktu yaitu 10 tahun. Jika penelitian ini diterbitkan tahun 1978, maka bagaimana validitasnya bisa dipertanggung jawabkan?
  3. Bakteri C. botulinum dapat menyebabkan sindroma botulisme, menurut WHO dan beberapa buku menjelaskan bahwa sindroma botulisme disebabkan oleh karena faktor kebersihan yang buruk dan penggunaan kaleng sebagai kemasan. Silakan dibaca lebih lanjut pada link ini

 http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs270/en/

dimana bukan hanya madu, tetapi daging, ikan, sayur, dan buah-buahan pun memiliki resiko yang sama. Dengan catatan higiene yang kurang dan penggunaan kemasan kaleng.

 Catatan penting --> Dalam hal ini, artinya susu formula dengan menggunakan kemasan kaleng pun memiliki resiko yang sama. Lalu kenapa masih dianjurkan kepada para bayi oleh tenaga kesehatan?



Nah, bagaimana menyikapinya?

Saya pribadi, dengan berbagai pengalaman seputar madu yang sungguh ajaib, percaya bahwa madu sangat aman dikonsumsi oleh berbagai kalangan, meski ia bayi sekalipun. Karena khasiat madu sendiri telah disebutkan oleh Allah dalam firman-Nya:

“Dari perut lebah itu keluar cairan dengan berbagai warna, di dalamnya terdapat kesembuhan bagi manusia.” (QS. An-Nahl: 69)


Tidak ada pengecualian untuk bayi dalam tafsir ataupun hadits yang menjelaskannya. Madu adalah syifa (obat). Tidak mungkin Allah dan RosulNya memerintahkan kita minum madu tetapi tidak baik untuk kita.

Dari banyak kasus yang ditemukan bayi yang diberi madu tidak ada indikasi menyebabkan penyakit, justru sangat baik untuk mencegah penyakit datang. Namun memang untuk bayi di bawah 1 tahun, lebih baik diberi air madu (madu yang dicampur dengan air) jangan diberi madu langsung. Jalan amannya, berikan untuk bayi dan balita hanya yang refined dan purified with no additive (sudah dibersihkan dan dimurnikan)- dr.Adi Tagor Sp.A dari RS Pondok Indah Jakarta.

Menurut beberapa penyelidikan ilmiah diketahui bahwa madu merupakan unsur yang paling baik untuk mencampuri susu formula. Seorang dokter spesialis anak, jarfis mengatakan dalam bukunya “ath-Thibbusy-syi’by,” “Seorang dokter ikut bertanggung jawab memilih makanan yang paling tepat bagi bayi sesuai dengan kebutuhannya.

Sebab ada sebagian bayi yang sangat sensitive, yang berarti membutuhkan kehati-hatian ekstra dalam menentukan makanan dan menjaga kebersihannya. Kalau air susu ibu tidak mencukupi, maka bisa digunakan air susu sapi. Tetapi inu pun masih harus menggunakan campuran tertentu dan tidak mesti cocok untuk bayi. Maka yang paling baik adalah madu alami. Sebab ia dapat diterima oleh tubuh bayi tanpa resiko apa-apa.”


Disamping sebagai makanan yang bergizi, madu juga berfungsi sebagai obat, dapat membersihkan alat pencernaan dan merupakan makanan yang sangat lembut.

Bayi yang diberi makanan campuran madu tidak mudah terserang penyakit perut, seperti mules dan mencret. Karena proses yang dilakukan madu tidak menimbulkan keracunan di dalam usus. Kebiasaan mengompol juga dapat dicegah setelah anak berumur 3 tahun dengan cara memberikan satu dua sendok madu sebelum anak tidur.


Madu juga dapat dijadikan obat penangkal batuk, terutama bagi ibu hamil atau bayi yang sedang disusui. Madu dapat dicampur dengan air putih lalu dipanaskan dan dapat diminumkan secara rutin 3 kali sehari.

Selain madu minyak zaetun juga bisa ditambahkan pada makanan anak (MP ASI) sebagai sumber lemak. Sari kurma bisa diberikan sesekali (tidak harus rutin), dan habbatussada juga diberikan sesekali (tidak rutin). Habbatussauda terutama diberikan jika anak mengalami flu, batuk dan pilek.

Sebuah kisah keajaiban madu yang mungkin perlu Anda tahu:
Seorang bayi mengalami cacat pada matanya saat lahir. Matanya itu menonjol keluar, ada semacam tumor pada matanya. Tentunya, karena usianya kurang dari 3 bulan, tidak bisa dilakukan operasi terhadapnya.
Lalu, sambil menunggu saatnya operasi, nenek si bayi dengan telaten memberikan madu untuk bayi tersebut. Setiap jam, madu dioleskan tipis-tipis di sekitar mata dan juga diminumkan setelah sebelumnya dicairkan dulu dengan air.
Anda tahu hasilnya? Mata bayi tersebut berangsur masuk, tidak lagi menonjol ke luar. Saat diperiksa secara medis, tumor yang tadinya ada ternyata sudah tidak ada lagi. Padahal, usia bayi itu kurang dari 3 bulan!
Cerita ini saya dapatkan dari ibu saya yang memang biasa menangani pengobatan secara herbal dan tradisional. Beliau pun menuturkan, saat saya bayi, beliau sering memberikan madu pada saya. Sehingga, pada saat itu saya memiliki daya tahan tubuh yang kuat dan paling jarang sakit.
Jika Anda ragu, Anda bisa mengkonsultasikannya dengan spesialis herbal, yang dapat memberikan Anda masukan-masukan untuk konsumsi madu ini.
 Sumber:
http://kliniksehat.com/index.php?option=com_content&task=view&id=288&Itemid=18
http://www.voa-islam.com/muslimah/health/2009/09/20/1105/manfaat-madu-bagi-bayi/
http://www.facebook.com/groups/tanya.asi/doc/10150282078296026/
http://pondokibu.com/parenting/bayi-balita/keajaiban-madu-untuk-bayi/

4 comments:

Anonymous said...

silahkan kunjungi situs kami www.jualmaduonline.com untuk mendapatkan informasi seputar madu dan kahsiatnya.

ayahanda said...

ya menurut saya madu emang bagus untuk segala usia.saya sudah mencoba pada anak saya.sejak dia dalam kandungan istri saya tidak pernah minum yang namanya obat dari rumah sakit.dia hanya minum madu tiap hari.dan alhamdulillah anak saya terlahir dengan sehat.sekarang usianya hampir 2bulan.dia jg sudah mengkonsomsi madu.pernah beberapa kali keponakan saya yg lagi batuk n ibu saya jg lagi sakit berkunjung dan gak sengaja batuk depan ank saya
dan ank saya alhamdulillah gak sampai sakit.

Azwar Bakri said...

http://www.minyaktawo.info/obati-semua-problem-kesehatan-anda-dengan-minyak-tawon-asli-makassar/

zizi said...

Maaf kalo boleh tau madunya merk nya apa ya
Karna madu di apotik kan banyak jenisnya

Post a Comment